Bengkulu,– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si., didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bengkulu Tengah, Ny. Widiawati, S.H., dan Kepala Bappeda Kabupaten Bengkulu Tengah, Agung Budiyanto, S.E., M.E., menghadiri *BRIEF 2026 (Bencoolen Regional Investment and Economic Forum)* yang mengusung tema *“Connecting Opportunities, Driving Economic Transformation”*. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayah, beserta jajaran, unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, bupati/wali kota atau perwakilan se-Provinsi Bengkulu, para mitra dan investor, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta undangan lainnya.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, mitra usaha, dan investor dalam mendorong peningkatan investasi, memperkuat perdagangan, serta mengoptimalkan potensi unggulan daerah guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayah, memaparkan arah kebijakan Bank Indonesia serta pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa bauran kebijakan Bank Indonesia diarahkan pada penguatan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta pengembangan ekonomi dan keuangan inklusif dan hijau.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam memperkuat stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui penguatan investasi dan perdagangan di daerah,” demikian inti arah kebijakan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Sejalan dengan Asta Cita ke-5 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, serta tindak lanjut Rapat Koordinasi Wilayah Investasi Sumatera, penguatan investasi dan perdagangan diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian, menyampaikan bahwa BRIEF 2026 merupakan momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi unggulan dari berbagai sektor sekaligus membuka peluang kerja sama investasi.
Menurutnya, hilirisasi komoditas unggulan, seperti kopi dan *crude palm oil* (CPO), perlu diperkuat agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
“BRIEF ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan potensi yang dimiliki dari berbagai sektor. Hilirisasi menjadi suatu keharusan, baik untuk komoditas kopi, CPO, maupun produk unggulan lainnya,” ujar Mian.
Ia menambahkan, peningkatan investasi diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program pembangunan, mendukung pencapaian Asta Cita Presiden, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu dari sekitar 5 persen menuju target 8 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mengharapkan dukungan berbagai pihak untuk mempercepat realisasi sejumlah proyek strategis, meliputi revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai, pengembangan Kawasan Industri Pulau Baai, pembangunan konektivitas jalan tol Bengkulu–Lubuk Linggau, serta jalur kereta api Bengkulu–Tebing Tinggi.
Kehadiran Sekda Kabupaten Bengkulu Tengah bersama jajaran dalam forum ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengikuti perkembangan arah kebijakan investasi dan ekonomi regional, sekaligus memperkuat koordinasi serta membuka peluang sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan potensi daerah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dan sesi diskusi terkait investasi, yang membahas peluang, tantangan, serta langkah strategis untuk mendorong peningkatan investasi dan transformasi ekonomi di Provinsi Bengkulu.





















