Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku Alaku Alaku Alaku Alaku

Operasi Nala Hingga 15 Februari 2026

Bengkulu Tengah-Pelanggaran lalu lintas di Bengkulu Tengah mulai diperketat Polres Bengkulu Tengah resmi menggelar Operasi Keselamatan Nala 2026,dengan fokus utama menekan angka kecelakaan menjelang Operasi Ketupat 2026.
Keselamatan Nala 2026 ditandai dengan apel gelar pasukan yang dilaksanakan Polres Bengkulu Tengah sekitar pukul 08.00 WIB. Operasi ini menjadi langkah awal pengamanan dan penertiban lalu lintas menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Wakil Kepala Kepolisian Resor Bengkulu Tengah, Kompol Kusman Jaya, menegaskan operasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah Bengkulu Tengah.
Operasi ini menempatkan sembilan jenis pelanggaran sebagai sasaran utama penindakan. Pelanggaran mencakup penggunaan telepon genggam saat berkendara, pengendara di bawah umur, serta sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.
Pelanggaran lain yang menjadi fokus adalah pengendara yang tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI) atau sabuk pengaman, berkendara dalam pengaruh alkohol, serta melawan arus lalu lintas.
Petugas juga akan menindak pengendara yang melebihi batas kecepatan menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong, serta penggunaan lampu isyarat berupa strobo dan sirine, termasuk tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai peruntukan atau palsu.
Ada 9 target sasaran dalam operasi nala keselamatan kali ini. Kita berharap masyarakat khususnya para pengendara bisa lebih mematuhi aturan lalu lintas kata Kusman Jaya.
Berdasarkan jadwal kepolisian, Operasi Keselamatan Nala 2026.
Dalam pelaksanaan operasi ini, Polres Bengkulu Tengah mengerahkan sekitar 70 personel dari berbagai satuan, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing di lapangan.
Seluruh wilayah Bengkulu Tengah menjadi sasaran operasi. Pendekatan yang dilakukan mengedepankan langkah preemtif dan preventif, dengan penindakan hukum tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pertama kita pelaksanaannya di seluruh wilayah Bengkulu Tengah, terkait dengan nanti ada kegiatan pre-emptive, preventive dan repressive.
Pelaksanaan operasi ini akan menjadi indikator awal kesiapan pengamanan lalu lintas di Bengkulu Tengah.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *