Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku Alaku Alaku Alaku Alaku

Dana Desa Turun 65 persen 2026

BentengExpress.Com- Pemangkasan Dana Desa hingga 65 persen pada 2026 mengubah peta pembangunan desa di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Pagu DD untuk 142 desa di Kabupaten Bengkulu Tengah berkisar Rp 38,3 miliar. Jumlah ini menurun drastis jika kita bandingkan dengan tahun 2025 lalu, pemangkasan Dana Desa bukan kebijakan pemerintah daerah, melainkan keputusan pemerintah pusat.
Sebagian alokasi Dana Desa tahun 2026 dialihkan untuk mendukung program nasional, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih.
Penurunan ini kebijakan dari pemerintah pusat. Yang mana DD dipangkas untuk mendukung kebijakan program pemerintah pusat, salah satunya program Koperasi Desa Merah Putih.

Selain mengalami pengurangan pagu, penggunaan Dana Desa tahun 2026 juga telah diatur secara ketat.
Dalam regulasi tersebut, Dana Desa diprioritaskan untuk penanganan kemiskinan desa, khususnya kemiskinan ekstrem. Program yang didorong antara lain Bantuan Langsung Tunai Desa bagi keluarga penerima manfaat sesuai data pemerintah.
Dana Desa juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan melalui lumbung pangan dan energi, penguatan lembaga ekonomi desa, serta implementasi Koperasi Desa Merah Putih. Selain itu, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur desa tetap dilakukan melalui skema Padat Karya Tunai Desa.
Fokus lainnya mencakup pembangunan infrastruktur digital penguatan desa berketahanan iklim dan tangguh bencana, serta peningkatan layanan dasar kesehatan.
Penggunaan DD tahun 2026 ini arahnya sudah jelas dan sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Yang mana semuanya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026.
Meski anggaran menyusut, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah meminta pemerintah desa tetap mengoptimalkan Dana Desa yang tersedia. Pemanfaatan anggaran diharapkan tepat sasaran dan sejalan dengan kebijakan nasional agar pembangunan desa tetap berjalan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *